Lompat ke isi utama
1

Kapolres Manokwari sebagai Irup dalam Apel Gelar Pasukan OMB Mansinam 2018

Kepolisian Resor Manokwari, Bertempat di lapangan Borarsi Kab. Manokwari Jl. Jend. Sudirman Manokwari telah dilaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Mansinam 2018 dengan tema "Kita Tingkatkan Sinergi Polri dengan Instansi Terkait dalam rangka mewujudkan keamanan Dalam Negeri yang Kondusif" di Daerah Hukum Polres Manokwari. Jumat, (22/3/2019) Pukul 09.00 Wit.

2

Dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Mansinam 2018 yang bertindak sebagai Inspektur Upacara Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi, SIK, MH.,  Komandan Upacara Kasat Polair Polres Manokwari IPTU Aris Patandung, SH, Perwira Upacara Kabag Ops Res Manokwari Kompol I Gusti Putu Wiranadi. S.Sos., yang dihadiri oleh Kombes Pol Godlhep C. Mansnembra (Kasat Brimob Polda Papua Barat), Kolonel Laut (T) Budi Santoso (Kafasharkan TNI - AL), AKBP Adam Erwindi, SIK, MH (Kapolres Manokwari), AKBP Syamsudin (Wewakili Polda PB), AKBP Monang Pasaribu (Kasubdit 1 Dit Intel Polda PB), Demas Paulus Mandacan (Bupati Kabupaten Manokwari), Mayor Kav. Abdul Mufid (Kasdim 1801 Manokwari), Wempi Rengkung, SE (Wakil Bupati Kab. Mansel), George Leo Mercy Larang, S.IP (Kepala Basarnas Kab. Manokwari), Drs. Rustam Efendi (Seketaris KPUD Kab. Manokwari), Drs. Jaka Mulyanta (Kakesbangpol Kab. Manokwari), Fahry Ramli S. Pt (Komisioner KPUD Kab. Manokwari), Bagus Komanjaya, SH (Pengadilan Negeri Manokwari) dan Klemens Meidodga (Kadistrik Prafi) serta peserta sekitar 400 orang dari TNI-POLRI dan Elemen Masyarakat.

3

Adapun Peserta Upacara Apel Gelar Pasukan OMB Mansinam 2018 terdiri dari satu Pleton Korsik TNI - AL, dua Pleton Pama Polda PB dan Polres Manokwari, satu Pleton kodim 1801 Manokwari, Satu Pleton Fasharkan TNI - AL, satu Pleton Patroli Ranmor Brimob Polda PB, Tiga Pleton Brimob Polda PB, Satu Pleton Dit Sabhara Polda PB, satu Pleton Bintara Remaja Polres Manokwari, satu Pleton Dalmas Polres Manokwari, dua Pleton Staf Polres Manokwari, satu Pleton Bhabinkamtibmas Polres Manokwari, Satu Pleton Sat Polair Polres Manokwari, satu Pleton Gabungan Res Intel, satu Pleton Basarnas, satu Pleton Sat Pol PP, satu Pleton Lapas Klas II B Manokwari, satu Pleton Polhut, satu Pleton Senkom, satu Pleton Satpam, satu Pleton Pemuda Pancasila, satu Pleton Linmas, satu Pleton Saka Bhayangkara, satu Pleton Orari dan Pleton Gabungan Suku-suku di Manokwari.

4

Dalam Kesempatan ini Kapolres Manokwari didampingi Kolonel Laut (T) Budi Santoso (Kafasharkan TNI-AL), Demas Paulus Mandacan (Bupati Kabupaten Manokwari), Mayor Kav. Abdul Mufid (Kasdim 1801 Manokwari), Wempi Rengkung, SE (Wakil Bupati Kab. Mansel), George Leo Mercy Larang, S.IP (Kepala Basarnas Kab. Manokwari), Drs. Rustam Efendi (Seketaris KPUD Kab. Manokwari), Drs. Jaka Mulyanta (Kakesbangpol Kab. Manokwari), Fahry Ramli S. Pt (Komisioner KPUD Kab. Manokwari), Bagus Komanjaya, SH (Pengadilan Negeri Manokwari) dan Klemens Meidodga (Kadistrik Prafi) berkenan membacakan Amanat Mengko Polhukam saat Pelaksanaan Apel Gelar OMB Mansinam 2018.

4

"Pemilu Serentak Tahun 2019 merupakan pesta demokrasi Indonesia yang akan menjadi tonggak sejarah karena dilaksanakan secara serentak yakni 5 (lima) jenis pemilihan dalam waktu yang bersamaan. Pemilu serentak kali ini akan menjadi warisan kebanggaan sekaligus menjadi sorotan dunia internasional terkait apakah bangsa Indonesia mampu melaksanakan konsolidasi politik dengan Demokratis dan berintegritas dalam rangka memilih pemimpin Nasionalnya.

5

Sukses atau tidaknya perhelatan demokrasi ini sangat tergantung kepada semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung. Tidak saja anggota partai politik dan masyarakat yang dituntut untuk taat dan patuh pada berbagai ketentuan yang ada, akan tetapi juga pihak penyelenggara Pemilu yakni KPU, Bawaslu dan DKPP wajib hukumnya menunjukkan kinerja yang obyektif dan transparan. Tidak ketinggalan tentunya fungsi dan peran TNIPolri yang berada di luar lingkup penyelenggara Pemilu, akan tetapi sangat menentukan suksesnya keberlangsungan Pemilu yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Pemilu Serentak Tahun 2019 merupakan kesempatan berharga bagi rakyat Indonesia untuk memilih calon anggota legislatif yang akan memperjuangkan aspirasi rakyat dan sekaligus sarana untuk memilih pemimpin nasional guna mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia. Melihat konteks pelaksanaan Pemilu tersebut, sedapat mungkin opini kita semua diarahkan bahwa ajang ini bukanlah untuk membenturkan satu pihak dengan pihak yang lain atau ajang konflik antara kubu yang satu dengan kubu yang Iain. Namun sejatinya Pemilu Serentak Tahun 2019 memilih pemimpin dan bukan mengadu pemimpin, momen ini harus menjadi ajang unjuk kompetensi, program dan kapabilitas untuk mendapatkan kepercayaan rakyat yang akan memilihnya menjadi pemimpin nasional.

Kita ketahui bersama bahwa terkait penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2019 masih terdapat ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang dimungkinkan akan menghambat kelancaran penyelenggaraannya. Kita ketahui bersama bahwa Bawaslu dan Polri telah mengeluarkan Indeks Kerawanan Pemilu, yang merupakan pemetaan terhadap kerawanan - kerawanan yang diprediksi akan timbul dalam penyelenggaraan Pemilu disetiap daerah. Pemetaan kerawanan ini meliputi sisi penyelenggaraan dan sisi keamanan dan ketertiban masyarakat. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh stake holders terkait untuk segera mengenali, menemukan dan menetralisir serta mengatasi hambatanhambatan tersebut.

TNl - Polri selaku institusi yang bertanggungjawab langsung terhadap pengamanan jalannya Pemilu Serentak tahun 2019, apabila menemukan adanya kerawanan dan hambatan tersebut harus dapat mengambil suatu tindakan tegas sesuai dengan Prosedur Tetap dan aturan hukum yang berlaku sehingga tidak ada toleransi sekecil apapun bagi pihak-pihak yang akan mengganggu jalannya Pemilu Serentak Tahun 2019.

Kita bersama turut merasakan bahwa dalam tahapan Pemilu Serentak tahun 2019 ini muncul berbagai kerawanan seperti menyebarnya berita bohong atau hoax dan meningkatnya politik identitas disamping kerawanan-kerawanan Iainnya. Berita-berita hoax atau berita bohong yang disampaikan terutama melalui media sosial tentunya memiliki tujuan politis yaitu dipakai sebagai alat untuk menyingkirkan Iawan politik sehingga menyebabkan demokrasi menjadi tidak sehat dan merusak persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Demikian pula halnya dengan semakin menguatnya politik identitas menggunakan isu-isu SARA, telah menjadi salah satu strategi bagi pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggungjawab dalam memenangkan konstelasi Pemilu, sehingga menyebabkan disintegrasi bangsa dan hilangnya rasionalitas dalam menentukan pilihan politiknya. Penyebaran berita hoax dan menguatnya politik identitas dalam ajang Pemilu Serentak Tahun 2019 merupakan bentuk lain dari teror kepada masyarakat karena mempengaruhi kondisi psikologis rakyat Indonesia sehingga kepada para pelakunya harus diambil langkah hukum yang tegas.

Pada hari ini kita berkumpul bersama menggelar apel kesiapan TNl-Polri dan komponen bangsa lainnya dalam mengamankan Pemilu Serentak Tahun 2019. Kegiatan apel ini dilaksanakan secara serentak dan massif diseluruh wilayah Indonesia baik itu di tingkat Provinsi maupun ditingkat Kabupaten/Kota dengan melibatkan prajurit TNl-Polri dan komponen masyarakat Iainnya. Jumlah kekuatan prajurit TNI-Polri yang dilibatkan dalam pengamanan Pemilu Serentak Tahun 2019 adalah sebanyak 453.133 orang didukung dengan Alutsista sesuai potensi kerawanan yang ada jumlah kekuatan TNl-Polri ini cukup besar. Hal ini kita laksanakan sematamata menunjukkan bahwa negara dengan didukung oleh rakyatnya sangat serius dan bertanggungjawab agar gelaran pesta demokrasi bisa berjalan dengan baik tanpa ada hambatan yang berarti guna memilih calon legislatif dan pemimpin nasional yang berintegritas. Sebagai prajurit TNI-Polri kita sepenuhnya menyadari bahwa tugas mengamankan penyelenggaraan Pemilu Serentak tahun 2019 adalah kehormatan dan kebanggaan, karena sama nilainya dengan menjaga keutuhan bangsa atau menjamin terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat. Untuk itu saya berharap kepada seluruh prajurit TNl-Polri dan komponen masyarakat yang dilibatkan agar melaksanakan tugas ini dengan penuh dedikasi dan rasa tanggungjawab, karena bagi Prajurit Bhayangkari Negara tugas adalah kehormatan yang tidak ternilai harganya.

Dalam melaksanakan tugas pengamanan penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2019, agar seluruh prajurit TNl-Polri yang terlibat mempedomani seluruh prosedur tetap yang berlaku sehingga tindakan-tindakan yang dilakukan senantiasa terukur sesuai aturan hukum. Wujudkan sinergitas antara TNl-Polri dengan penyelenggara Pemilu dan seluruh komponen masyarakat agar setiap permasalahan yang muncul dilapangan dapat dihadapi, dikoordinasikan dan dipecahkan bersama. Tidak kalah pentingnya untuk kita pahami, bagi seluruh prajurit TNl-Polri dimanapun saudarasaudara bertugas, disamping melaksanakan tugasnya mengamankan penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2019, saudara-saudara juga harus mampu untuk mendewasakan masyarakat dalam berdemokrasi sehingga tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu dan berita bohong atau hoax yang beredar dan menimbulkan keresahan. Saya sangat meyakini bahwa unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta perangkat pemerintahan pada strata desa/kelurahan sangat menguasai situasi diwilayahnya. Dengan bekal inilah diharapkan saudarasaudara mampu menjaga stabillitas keamanan dalam penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2019.

Sebelum mengakhiri amanat ini, Menkopolhukam menyampaikan beberapa penekanan untuk dipedomani bersama dalam melaksanakan tugas pengamanan Pemilu Serentak Tahun 2019 yaitu :
1. Pahami bahwa tugas pengamanan Pemilu Serentak Tahun 2019 ini adalah Kehormatan dan Kebanggaan yang tidak dapat dinilai dengan apapun sekaligus menjadi amal ibadah yang akan mendapatkan balasan pahala dari Tuhan Yang Maha Esa bila dilaksanakan dengan tulus ikhlas.
2. Jalin sinergitas antara unsur Pemerintah, TNl-Polri, dan seluruh komponen masyarakat guna mewujudkan keamanan dan kelancaran pelaksanaan tugas;
3. Segera kenali, cari, temukan dan atasi serta netralisir potensi kerawanan agar tidak berkembang dan menggangu penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2019;
4. Tindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku tehadap pihak-pihak yang mencoba mengganggu kelancaran Pemilu Serentak Tahun 2019;
5. Babinsa dan Bhabinkamtibmas harus mampu ikut serta menenangkan masyarakat agar tidak resah dengan menyebamya berita-berita hoax serta menguatnya politik identitas yang dapat menggerus disintegrasi bangsa;
6. Inventarisir dan berkoordinasi dengan tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda serta tokoh masyarakat untuk memberikan rasa tenang kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan aman.

Apel Gelar Pasukan OMB Mansinam 2018 selesai, selanjutnya dilaksanakan Konvoi Keliling Kota Manokwari oleh Peserta Apel yang dipimpin oleh Kapolres Manokwari dan para Tamu Undangan.

Humas Polres Manokwari

Tambah komentar baru

Plain text

  • Tidak ada tag HTML yang diperbolehkan.
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.

Berita Polisi Terpopular

logo